Trump Mengakhiri Relasi AS dengan WHO dan Hong Kong

SHARE

20200530-usd-trump

Presiden AS Donald Trump mengambil tindakan konkrit untuk “menghukum” pihak-pihak yang menurutnya berlawanan dengan kepentingan Amerika Perkumpulan belakangan ini. Dalam konferensi pers Jumat malam waktu setempat, Trump menyatakan akan mengakhiri relasi Amerika Perkumpulan dengan WHO serta menghentikan perlakukan istimewa untuk Hong Kong.

Indeks Dolar AS (DXY) ditutup pada kisaran 98.30, level terendahnya dalam dua bulan terakhir, hanya beberapa ketika sebelum kabar ini beredar luas. Hukuman yang diberikan oleh Trump lebih ringan dari ekspektasi awal, tetapi belum diketahui bagaimana reaksi pasar global pekan depan.

Trump Putus Hubungan AS dengan WHO dan Hong Kong

Pada hari Kamis, China meloloskan legislasi keamanan baru untuk memperketat kontrol atas Hong Kong. Menanggapi legislasi tersebut, Trump menyebutnya sebagai “tragedi” dan mengumumkan akan mengakhiri perlakukan istimewa yang diperoleh Hong Kong dari Amerika Perkumpulan dalam perdagangan dan travel. AS juga akan menerapkan sanksi bagi para pejabat China dan Hong Kong yang diyakini terlibat dalam upaya untuk mengikis otonomi Hong Kong.

“China telah menggantikan Satu Negara, Dua Sistem dengan Satu Negara, Satu Sistem. Ini adalah tragedi bagi Hong Kong… China telah membungkam kebebasan Hong Kong,” kata Trump kepada reporter di Gedung Putih.

 

Di sisi lain, Hong Kong tidak sepenuhnya menyambut baik sikap AS. Sekertaris Kehakiman Hong Kong Teresa Cheng mengatakan kepada BBC China bahwa ancaman sanksi apa pun tidak dapat diterima. Katanya, “Apakah sanksi diterapkan dengan pandangan untuk memaksa negara lain mengubah kebijakan mereka? Hukuman semacam itu tidak akan menawarkan manfaat bagi siapa pun.”

Dalam pidato yang sama, Trump juga menyatakan akan mengakhiri relasi AS dengan WHO. Ia menganggap lembaga supranasional tersebut melakukan kesalahan dalam penanganan pandemi COVID-19 dan sengaja menutup-nutupi penyebaran virus atas instruksi China.

Pelaku pasar pekan depan kemungkinan akan menyoroti penghentian perlakukan istimewa AS bagi Hong Kong. Keputusan ini berimplikasi panjang bagi pasar keuangan global, karena Hong Kong berhasil menjadi salah satu pusat keuangan dunia berkat perlakukan istimewa tersebut. Hampir semua perusahaan keuangan multinasional asal AS juga menikmati akses masuk pasar China berkat perlakukan istimewa itu, sehingga dapat mengelola aset senilai miliaran Dolar AS di Hong Kong.

Beijing hampir absolut tidak akan tinggal membisu menyaksikan sanksi dari AS. Hukuman Trump kali ini sebenarnya tak seburuk ekspektasi pasar, karena ia tetap mempertahankan perjanjian dagang fase pertama yang ditandatangani dengan China pada bulan Januari lalu. Namun, eskalasi ketegangan apa pun antara kedua negara berpotensi memicu aksi risk-off.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *