Benarkah Trading Forex Ilegal Di Sejumlah Negara?

SHARE

benarkah-trading-forex-ilegal-di-sejumlah-negara-287194-23655

Transaksi mata uang antar negara (forex) adalah pasar terbesar dan terluas di dunia, yang bisa memberikan kesempatan pada trader untuk mencapai kesuksesan bisnis dan meraih keuntungan dari trading mata uang. Trading forex, layaknya aktivitas lainnya, diliputi oleh beragam mitos dan kesalahpahaman yang bisa mempengaruhi setiap trader, terlepas dari seberapa lama ia bertrading di pasar ini.

Karena itu, tak heran bila banyak orang yang menepis keinginan untuk terjun sebagai trader forex. Mereka seolah yakin jika operasi pasar ini dilarang di negara tempat mereka tinggal, atau bahkan di seluruh dunia. Anggapannya, trading forex itu judi atau semacamnya. Padahal kenyataannya tidaklah demikian!

Trading forex faktanya diperbolehkan di semua negara, di mana setiap individu dan entitas berbadan hukum diperbolehkan untuk memiliki mata uang asing atau hal-hal yang berkaitan dengannya (baik itu akun untuk transaksi mata uang, rekening untuk membeli mata uang asing di bank-bank, dsb.). Selain itu, jangan lupa bahwa para pelaku pasar forex tidak main-main ketika bertransaksi. Sebagian besar di antara mereka memiliki tujuan penting, apakah itu berkaitan dengan aktivitas ekspor impor, investasi berskala internasional, mengambil keuntungan dari perubahan harga, dan beragam kegiatan lainnya.

Regulasi Pasar Forex

Selain tujuan penting di atas, transaksi di pasar forex juga dijamin oleh adanya regulasi dari otoritas di berbagai negara. Broker-broker forex terpercaya yang menyediakan platform transaksi perdagangan untuk trader, biasanya telah memiliki lisensi khusus yang menyatakan bahwa layanan mereka telah diregulasi oleh otoritas resmi. Jadi, segala aktivitas yang terlibat di pasar finansial ini (termasuk broker forex dan Dealing Centre) merupakan entitas yang bisa disertifikasi untuk menunjukkan kredibilitasnya.

Sebagai contoh, regulator forex CySEC (Securities and Exchange Commission) yang berkantor pusat di Siprus, memiliki standar minimum untuk melindungi keamanan klien di broker-broker yang terdaftar di bawah regulasinya. Seringkali, perusahaan-perusahaan forex Offshore menggunakan CySEC sebagai standar umum untuk menjamin layanan mereka.

Sementara itu, AS malah memiliki berbagai macam regulator yang terdiri dari:

  • SEC: berfokus pada aset-aset sekuritas.
  • CTFC: regulator untuk pasar futures yang mencakup pula pasar forex.
  • NFA: asosiasi non-pemerintah yang meregulasi bursa futures, forex, dan produk derivatif lain.
  • FINKA: regulator independen untuk pasar finansial.
  • SIPC: berurusan dengan perlindungan investor.

Regulator resmi forex dari otoritas Swiss adalah FINMA yang mengawasi operasi pasar finansial di negara tersebut. Inggris memiliki FCA yang mengontrol layanan finansial di wilayahnya. Di Australia, pasar forex diregulasi oleh ASIC (Komisi yang mengatur Investasi dan Sekuritas). Sementara itu, regulasi finansial di Belize diatur oleh International Financial Services Commission (IFSC). Salah satu broker forex yang telah mendapat lisensi dari regulator ini adalah JustForex.

Untuk regulator-regulator di kawasan Eropa, berikut ini contohnya:

  • ESMA: regulator independen di Uni Eropa.
  • MIFID: aturan khusus yang menyelaraskan regulasi di sejumlah negara dalam Wilayah Ekonomi Eropa.

Salah satu mitos umum yang beredar di kalangan trader pemula adalah: forex dilarang di Amerika Serikat. Hal ini tentu saja tidak benar, karena seperti pada contoh di atas, negara tersebut bahkan sudah memiliki badan-badan regulator sendiri yang berurusan dengan trading forex. Anggapan itu barangkali berasal dari aturan broker forex di AS, yang memang disusun dengan sangat ketat dan benar-benar dipantau oleh otoritas negara tersebut.

Sebagai contoh, untuk bisa menyediakan layanan trading forex di AS, sebuah broker harus mengantongi lisensi yang diperlukan dan memiliki dana sebesar $20 juta (sebagai net capital). Selain itu, masyarakat AS dilarang trading di broker-broker yang tidak diregulasi di negara tersebut. Itulah sebabnya, broker-broker dari negara lain yang menghormati ketentuan itu, selalu memberikan peringatan di situs resmi masing-masing, bahwa layanan mereka tidak diperuntukkan bagi warga AS. Namun sebenarnya, aturan hukum di AS sendiri tidak melarang warganya untuk bertrading di pasar forex.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *