Bab 2: Keuntungan dari Perdagangan Valas dan Para Pelaku Pasar

SHARE

grafik-pasar-forex

Beberapa bentuk dari perdagangan mata uang telah dilakukan lebih dari 300 tahun. Tetapi dengan perkembangan pasar OTC yang sangat pesat, Perdagangan Forex menjadi lebih tersedia bagi banyak orang dan perdagangan Forex tidak lagi menjadi eklusif bagi langsung yang kaya atau organisasi perusahaan besar.

Pertumbuhan para pedagang Valuta Asing (Forex Traders) – ditambah lagi dengan keuntungan yang ada pada perdagangan Valuta Asing yang akan dibahas dalam bab ini – telah membuat pasar uang tumbuh menjadi kegiatan transaksi berjumlah Multi-Trillion-Dollar setiap harinya dengan para pelaku pasar yang terdiri dari berbagai kalangan.

Keuntungan dari Perdagangan Valuta Asing

Likuiditas dan Volatibilitas Pasar

  • Pasar forex adalah pasar keuangan yang paling besar dan paling likuid
  • Aktivitas setiap harinya seringkali melebihi $4Trillion USD, dengan lebih dari $1,5 Trillion dari total transaksi itu dilakukan dalam bentuk spot trading.
  • Perdagangan Spot Forex terdiri dari sebuah kontrak untuk memperdagangkan sejumlah pasangan mata uang dengan sebuah market maker dengan harga buy/sell sesuai dengan harga pasar yang berlaku (the spot rate).
  • Karena adanya volatibilitas dari pasar forex, maka para trader dapat mengambil keuntungan dari perubahan nilai tukar yang terjadi tersebut.
  • Namun demikian, Traders juga harus berhati-hati atas tingkat volatibilitas yang besar ini. Karena tingkat volatibilitas yang besar berarti resiko yang semakin besar juga.
  • Likuiditas ialah banyak pembeli dan penjual di pasar yang bersedia untuk melakukan transaksi pada saat tertentu. Biasanya, dengan semakin besar tingkat likuiditas pada suatu pasar, maka jumlah transaksi yang terjadi juga akan semakin besar, hal ini berarti jumlah volume yang semakin besar pula.
  • Volatibilitas adalah suatu tingkat pengukuran berapa besarnya suatu harga mata uang berubah selama periode tertentu.

Jam Perdagangan Pasar Forex dan Likuiditas

  • Jam Perdagangan Forex adalah 24 jam setiap harinya, 5 (lima) hari seminggu. Likuiditas yang besar terjadi pada saat jam operasi di beberapa Zona Waktu berlangsung bersamaan (overlap)
  • Sangat penting sekali untuk mengetahui hubungan antara Likiuditas dan aktivitas pasar.

Biaya transaksi Forex yang rendah

  • Biaya untuk melakukan transaksi perdagangan pada banyak Broker Forex adalah dalam bentuk spread. Spread ini adalah selisih antara harga jual (bid) dan harga beli (ask).
  • Spread dalam pasar forex juga akan cenderung lebih kecil/ketat (tighter) dibandingkan dengan spread yang diberlakukan pada pasar modal seperti pada saham. Hal ini yang membuat perdagangan Forex secara OTC ialah investasi yang paling cost-effective.

Keuntungan dari Perdagangan berbasis Margin

  • Kebanyakan broker forex OTC menawarkan sistem perdangan berbasis Margin (Margin-based) trading account.
  • Margin-Based Account (MBA) berbeda dengan Credit-Based Account (CBA); Dengan MBA, kita pertama-tama harus membuka account di broker kita dan menyetorkan dana sebagai deposito dalam account kita tersebut.
  • Setelah kita telah memiliki dana dalam Margin Account tersebut, kita dapat melakukan transaksi perdagangan sesuai dengan yang kita inginkan sejauh dana kita masih mencukupi.
  • Leverage memungkinkan kita untuk melakukan transaksi dengan mengambil posisi yang lebih besar daripada kita bertransaksi hanya berdasarkan dana aktual yang kita miliki.
  • Hal ini berarti bahwa Leverage dapat memberikan potensi keuntungan yang lebih besar.
  • Akan tetapi Leverage juga berarti resiko kehilangan uang yang lebih besar dan kita dapat mengalami kerugian yang besar pada rekening (account ) kita.

Kesempatan Keuntungan dalam setiap arah yang akan terjadi

  • Karena perdagangan Forex ini ialah perdagangan dari pasangan 2 (dua) mata uang uang, maka membeli bagi mata uang yang satu berarti menjual bagi mata uang pasangan lainnya; dan sebaliknya.
  • Dalam perdagangan Forex saat kita mengambil posisi menjual pasangan mata uang disebut sebagai Short Sale.
  • Hal ini berarti kita bisa memperoleh kesempatan keuntungan pada saat nilai pasangan mata uang tersebut melemah.
  • Sebaliknya kalau nilai tukar dari mata uang tersebut akan menguat, kita bisa melakukan pembelian (buy/ go long) pasangan mata uang tersebut dan menjualnya kemudian pada saat nilai tukarnya naik.
  • Jadi pada saat nilai tukar dari suatu pasangan mata uang akan bergerak turun, kita bisa mendapatkan keuntungan pada saat kita melakukan “Sell” (Go Short) dan pada saat nilai tukar dari suatu pasangan mata uang akan bergerak naik, kita bisa melakukan “Buy” (Go Long).

Memahami Leverage – Apa yang kita tidak tahu dapat melukai kita

  • Leverage dinyatakan dalam bentuk rasio dan berdasarkan persyaratan margin yang ditentukan oleh broker kita.
  • Misalnya, jika broker kita mensyaratkan kita untuk mempertahankan tingkat margin minimal 2% pada rekening kita, hal ini berarti kita harus paling sedikit memiliki 2% dari total nilai yang akan kita transaksikan dalam bentuk cash. Dan dana ini harus tersedia di rekening kita sebelum kita dapat melakukan transaksi tersebut.
  • Kalau dinyatakan dalam bentuk ratio, maka margin 2% sama dengan leverage ratio 50:1 (1 dibagi 50 sama dengan 0.02 atau 2%). Tabel berikut ini akan memberikan perbandingan antara leverage dan persyaratan margin minimal (Minimum Margin requirement – MMR):
Jika Leverage ratio….. Maka, MMR
50:1 2%
40:1 2,5%
30:1 3,3%
20:1 5%
10:1 10%
  • Sebagai trader, penting kita mengetahui keuntungan dan kerugian dari melakukan transaksi dengan menggunakan Leverage.
  • Misalnya, menggunakan ratio 50:1 sebagai ratio leverage kita, berarti memungkinkan kita untuk melakukan transasi sampai dengan 50 dolar untuk setiap dolar yang ada di rekening kita.
  • Disini transaksi dengan menggunakan margin-based trading dapat menjadi alat yang sangat bermanfaat: yaitu dengan margi sebesar $1.000 dalam rekening kita, kita dapat bertransaksi sampai dengan $50.000 dengan menggunakan leverage 50:1
  • Hal ini berarti bahwa dengan kita berkomitmen sebesar $1,000 pada transaksi kita, kita dapat menikmati potensi keuntungan kalau kita bertransaksi dengan nilai $50.000
  • Tentu saja, selain memiliki potensi keuntungan dari transaksi senilai $50,000, kita juga mempunyai resiko untuk kehilangan uang akibat dari transaksi sebesar $50.000 tersebut; Ironisnya kehilangan (kerugian) ini juga bisa terjadi dengan cepat sekali.
  • Trader yang mengalami kerugian karena tidak memiliki dana margin yang cukup di rekeningnya akan mengalami sebuah kejadian yang disebut Margin Call.
  • Banyak Broker yang memberikan fasilitas leverage ratio sebesar 100:1 bahkan lebih lagi. Sebagai trader pemula, sebaiknya kita membatasi diri kita dengan leverage maksimal 20:1 atau bahkan 10:1. Melakukan transaksi dengan ratio leverage yang tinggi akan menyebabkan kerugian yang besar bagi trader forex pemula. Karena itu sampai kita menjadi berpengalaman, sebaiknya kita bertransaksi dengan ratio yang rendah.
  • Keuntungan atau kerugian dari sebuah transaksi tidak akan direalisasikan sampai transaksi itu ditutup (closed). Untuk sebuah posisi atau transaksi yang masih terbuka disebut Unrealized.

Margin Calls

  • Jika kita bertransaksi menggunakan leverage, kita sebetulnya sedang melakukan “pinjaman” uang pada broker kita. Uang yang kita taruh di rekening kita (minimum margin account) sebenarnya ialah jaminan kita.
  • Karena itu, broker kita tidak akan mengijinkan kita mempunyai saldo rekening dibawah dari minimum margin yang telah ditetapkan.
  • Jika kita mempunyai posisi atau transaksi yang terbuka, broker kita akan melakukan penghitungan terus untuk menghitung nilai unrealized dari posisi atau transaksi kita tersebut. Nilai transaksi kita tersebut itu disebut Net Asset Value (NAV).
  • Jika posisi atau transaksi kita yang terbuka tersebut mengalami kerugian, sebetulnya dana yang tersisa dalam rekening – yang dijadikan jaminan (collateral)- berada dalam keadaan bahaya; Jika sisa dana tersebut lebih sedikit dari perhitungan Minimum Margin, maka kita bisa mendapat sebuah Margin Call.
  • Setiap broker mempunyai cara yang berbeda dalam mengatasi masalah Margin Call ini. Misalnya, kita bisa menerima pemberitahuan untuk melakukan penambahan dana ke rekening kita atau ada juga broker yang langsung menutup posisi kita yang terbuka pada tingkat harga tertentu untuk membatasi kerugian kita yang akan berkelanjutan.
  • Dalam kedua hal tersebut diatas, kita akan mengalami kerugian karena kita harus menutup kerugian yang terjadi.
  • Karena itu kita harus hati-hati dan harus memiliki strategi yang tepat agar dapat menghindari Margin Call tersebut.

Pelaku Pasar Forex

Konsumen dan Turis (Travelers)

  • Konsumen bisa melakukan pembelian barang di luar negeri atau melakukannya melalui internet dengan menggunakan kartu kredit mereka.
  • Jumlah konsumen yang melakukan pembayaran dengan menggunakan mata uang lain akan dikonversikan ke mata uang negaranya sendiri yang nantinya akan tercetak di tagihan kartu kreditnya.
  • Para turis harus pergi ke bank atau daerah pertukaran mata uang untuk mengkonversi matu uangnya ke mata uang negara lain saat mereka akan menggunakan uang kas untuk membeli barang atau jasa di luar negeri.

Pelaku Bisnis

  • Pelaku bisnis biasanya perlu melakukan konversi mata uang saat mereka melakukan perdagangan/transaksi diluar negeri.
  • Perusahaan besar perlu melakukan konversi mata uang yang sangat besar; Misalnya Perusahaan multinasional seperti General Electric (GE), melakukan konversi mata uang sebesar 10 Milliar dollar setiap tahunnya.

Investor dan Spekulator

  • Investor dan spekulator memerlukan pertukaran mata uang pada saat mereka melakukan investasi diluar negeri (foreign investment) seperti dalam bentuk saham, obligasi, deposito bank atau perumahan (real estate).
  • Investor dan spekulator juga melakukan transaksi mata uang dengan tujuan memperoleh keuntungan dari pergerakan nilai mata uang tersebut di pasar uang.

Institusi Non Bank dan Investment Bank

  • Institusi Non Bank dan Investment Bank melakukan transaksi mata uang sebagai jasa untuk nasabah mereka seperti deposito, pinjaman dan sebagainya.
  • Institusi ini juga berpartisipasi dalam pasar uang untuk tujuan hedging dan spekulasi.

Pemerintah dan Bank Central

  • Pemerintah dan Bank Central melakukan transaksi mata uang untuk memperbaiki kondisi ekonomi atau untuk melakukan intervensi dalam usaha menyesuaikan ketidakseimbangan keuangan atau ekonomi
  • Karena mereka melakukan semua ini bukan lembaga yang mencari keuntungan, maka Pemerintah dan Bank Central tidak melakukannya untuk tujuan mencari keuntungan, tetapi karena mereka mempunyai tujuan dalam jangka panjang, dan tidak jarang dalam setiap transaksinya mereka ini tidak mendapatkan keuntungan.

Resiko yang ada pada Perdagangan Forex

  • Perdagangan Forex seperti perdagangan lainnya mempunyai resiko
  • Banyak orang yang mengatakan bahwa perdagangan forex mempunyai resiko diatas rata-rata
  • Aturan utama yang harus kita terapkan adalah kita harus melakukan trading dengan menggunakan modal yang bersedia kita mengambil resiko jika kita mengalami kerugian.
  • Dengan kata lain, jangan melakukan trading lebih dari yang bisa kita tanggung kalau kita kalah/rugi.

Bertransaksilah dengan Broker Forex yang memiliki reputasi baik

  • Pada masa-masa awal trading forex secara online, kecurangan banyak terjadi dan dilakukan oleh para broker
  • Walau pun telah banyak broker yang curang sudah ditutup, kehati-hatian harus tetap kita terapkan dalam memilih broker yang baik
  • Kita harus memilih broker forex yang sesuai dengan peraturan.
  • Broker forex yang kita pilih harus ada dalam daftar tabel berikut ini:
Negara Regulator
United States Commodity Futures Trading Commission (CFTC)
National Futures Association (NFA)
Great Britain Financial Services Authority (FSA)
Japan Financial Services Agency (FSA)
Singapore Monetary Authority of Singapore (MAS)
Hong Kong Hong Kong Securities Futures Commission (SFC)
Canada Investment Industry Regulatory Association of Canada (IIROC)

Ringkasan

  • Pasar Forex adalah pasar yang sangat likuid, lebih dari $4Trillion USD per hari total transaksi yang terjadi.
  • Transaksi spot trade adalah sebuah kontrak untuk memperdagangkan sebuah pasangan mata uang dengan sebuah market-maker, pada nilai sesuai harga pasar buy/sell (i.e. spot rate).
  • Banyak dealer forex memberikan margin-based leverage. Ratio leverate 30:1 misalnya berarti untuk setiap 30 dolar yang kita gunakan untuk transaksi, kita harus mempunyai 1 dolar di dalam rekening kita.
  • Jika kita melakukan transaksi dan mengalami kerugian serta kita tidak mempunyai dana yang cukup dalam rekening kita untuk memenuhi ratio leverage yang ditentukan, maka kita akan mengalami Margin Call.
  • Kita harus melakukan transaksi dengan dana yang siap kita ambil resiko jika mengalami kekalahan.
  • Lakukan transaksi hanya dengan broker forex yang menjadi anggota dari, dan tetap dalam kondisi yang baik, dari regulator keuangan yang diakui di setiap negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *